Showing posts with label kucing flu. Show all posts
Showing posts with label kucing flu. Show all posts

Sunday, February 27, 2011

Penanganan Flu Kucing

Mengatasi flu pada kucing
Aku pernah punya pengalaman kitten-kitten ku berjumlah 2 ekor mati karena flu kucing. Kitten yang aku pelihara dulu adalah kucing lokal yang biasanya ikut makan di rumahku. Itu terjadi beberapa tahun sebelum aku punya kucing-kucing persia. Mengingat waktu itu rasanya menjadikanku waspada bila flu kucing menyerang anak-anak kucing yang belum di vaksin.

Flu kucing adalah penyakit sejenis flu seperti halnya pada manusia, disebabkan oleh virus. Virus merupakan penyakit langganan yang dapat menyerang anak kucing, khususnya yang belum divaksin dan mudah sekali menular ke kucing lainnya. Flu kucing akan hilang dengan sendirinya akibat sistem imun yang dimiliki oleh kucing tersebut. Penanganan flu kucing tidak membutuhkan antibiotik pada beberapa kasus, namun virus yang menyebabkan flu kucing dapat bersamaan dengan adanya infeksi bakteri yang menyerang bagian organ tertentu. Pada kucing-kucing dewasa penyakit ini tidak mematikan, tetapi akan berakibat fatal bila terjadi pada kitten.

Flu kucing merupakan penyakit kucing yang disebabkan oleh virus Feline Herpesvirus, Calicivirus, Feline Chlamydiosis, Feline Mycoplasma, dan infeksi bakteri. Virus jenis tersebut tidak menular pada manusia. Flu kucing yang disebabkan oleh virus tersebut juga dapat menyebabkan “mata belekan” atau conjuctivitis walaupun gejala flu yang spesifik belum muncul, misalnya bersin-bersin, keluar lendir dari hidung, demam, sariawan kucing, dan radang tenggorokan sehingga terjadi penurunan nafsu makan pada kucing.

Penularan flu kucing menyebar melalui air liur, cairan bersin, kontak melalui peralatan yang tercemar, maupun dari bahan-bahan kimia. Masa inkubasi dapat mencapai 3 minggu, artinya kucing bisa saja tidak menunjukkan gejala sakit flu hingga 3 minggu virus tersebut menyerang.

Penanganan flu kucing perlu perhatian penuh dari si pemilik maupun dokter hewan yang berwenang. Untuk saat ini belum ada obat flu kucing yang khusus dijual di pasaran, sebagai pencegahannya anda dapat memberikan vaksinasi rutin saat kucing dalam keadaan sehat. Vaksinasi diberikan sebelum kucing berumur 3 bulan.

Gejala ringan hingga berat yang menandakan flu pada kucing adalah :

  • Mata berair, sudut kelopak mata mengeluarkan belek, kucing tidak dapat membuka mata karena lengket.
  • Diare dengan kotoran yang berbau, encer, dan berlendir.
  • Bersin-bersin dengan intensitas yang semakin sering dari hari ke hari.
  • Demam, suhu tubuh lebih hangat dari biasanya bila anda mengelus bagian kepala, tetapi terkadang tangan dan kakinya dingin.

Pengobatan yang dapat dikerjakan:

  • Untuk mata yang berair atau mengeluarkan kotoran mata tanpa disertai nanah, basuh mata dengan kapas yang dibasahi air hangat, kemudian dilap dengan tissue kering. Cara lain adalah dengan membasuh mata menggunakan cairan saline (cairan infus NS (Normal Saline)). Jangan memberikan salep atau obat mata yang mengandung kortison/steroid. Cukup dengan membasuh dan menghilangkan kotoran mata secara rutin dengan air hangat dan dikeringkan.
  • Penanganan sejak awal bila mengetahui kucing anda flu adalah dengan menjemurnya setiap pagi saat matahari tidak terik, antara jam 06.00-08.00 selama 10-15 menit.
  • Pemberian multivitamin dan suplemen dapat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh kucing dan meningkatkan nafsu makannya. Konsultasikan dengan dokter hewan untuk vitamin atau suplemen yang cocok.
  • Anda juga dapat memberikan tempat tidur yang hangat untuk kucing, menjaga kebersihan tubuh kucing dan kandang kucing (tetapi jangan sering-sering memandikannya saat sedang flu), serta mengkarantina kucing dari kucing-kucing lain supaya tidak menular.
  • Pengobatan yang disebabkan oleh virus tidak membutuhkan antibiotik. Antibiotik tidak mempan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Pemberian antibiotik akan dilakukan jika kucing terkena infeksi bakteri, misalnya mata kucing mulai bernanah dan diare kucing berdarah. Antibiotik hanya untuk menghindari infeksi sekunder yang ditimbulkan, tetapi akan membunuh bakteri baik dalam tubuh apabila tidak terbukti adanya infeksi bakteri. Obat-obatan yang diberikan dokter hewan biasanya hanya untuk mengurangi gejala flu, misalnya menurunkan panas, melegakan pernafasan dan menghilangkan lendir saluran pernafasan. Pada kenyataannya, sistem imunitas tubuh kucing itu sendirilah yang berperan membunuh virus penyebab flu kucing ini.

Masa penyembuhan flu kucing ini berlangsung selama beberapa minggu. Pada beberapa kasus yang disertai infeksi, masa penyembuhannya dapat berlangsung lebih lama.

Sumber gambar: http://randomwriterlythoughts.blogspot.com/2010/10/superstition-part-iii-sneezing.html

Artikel terkait:

Kenali Gejala Flu Pada Kucing Anda


»»  READMORE...
 

Kucingku Imut ♣ ♣ ♣ Mamanunes Templates ♣ ♣ ♣ Inspiração: Templates Ipietoon
Ilustração: Gatinhos - tubes by Jazzel (Site desativado)